Kisah si Tukang Donat

28 03 2009

wah udah lama banget ga posting nih…

en memang gw ga pernah posting sebenernya (so far, yg gw posting adalah karena keharusan… atw baca: tugas)… haha…

oke… gw mau mulai dengan cerita yang ringan aja…

ceritanya terjadi hari ini tepatnya sekitar 5 jam yang lalu.  Ini cerita yang mungkin buat gw lucu sih. Tapi mungkin garing juga…Ceritanya gini…

kreek.. pintu kamar gw buka. “Mau ke mana paw?”, tanya si wisnu, temen sekosan gw.  “Mau survei siomay paw…” (untuk mempermudah pemahaman, percakapan akan dituliskan sebagai berikut : … )

W (wisnu) : siomay mana?

R (ryuhai a.k.a me) : itu yang depan ucok

W: ow..

(setelah beberapa detik loading)

W: ikut ah…

R: ya udah ayo…

(tiba-tiba…ada suara yang memekakan telinga… lebay mode on)

F: woy titip dooonk…

(siapa nih F? sebutlah namanya Fery)

F: titip donat ya… dua… ga pake coklat…

R: yoo (sambil senyum sinis)

(dan mulailah gw keluar kosan berdua dengannya di malam itu… huekk.. jijay)

(berlanjut dengan pembicaraan yang tak tentu arah dan tujuan.. gajebo, sebaiknya gw skip aja.. ga ada yang bermakna– dan pembicaraan seperti itulah yang sering membuang percuma waktu kita…halah–)

dan akhirnya kami tiba di tempat yang menjadi tujuan kami: Tukang siomay baru… anak baru nih.. patut dicoba…

kami pun menghampiri gerobak yang di depannya terbentang spanduk meyakinkan “Batagor dan siomay bandung”. Dua bola mata seorang mas-mas seumuran anak SMA menatap kami dengan ramah. Di sampingnya, berdiri seorang bapak-bapak sedang mengiris-iris batagor untuk pelanggannya.

R: (Tanpa ditanya, gw langsung jawab)Mas, siomay 2!

M (mas-mas): pake kentang? kol?

R: engga, siomay aja

W: saya pake kol deh mas

M: oke., gan…

W: (ketawa sendiri dipanggil “gan” a.k.a juragan…padahal mas-mas ini yang jualan mie rebus di sebelah & memang used to call “juragan” ke setiap customernya…)

R: (mencoba sok akrab dengan si mas-mas)

mas, dah punya pacar belom?

(wait… masa ryuhai ngomong kayak gtu? itu hanya ada dalam impian anda saudara-saudara…)

(ini yang bener:  )

R: (teringat amanah, pesan dari fery…yaps donat, dan biasanya si tukang donat itu jualan di tempat tukang siomay baru ini jualan! so i’m curious where he is)

mas, tukang donat yang biasanya jualan di sini di mana ya?

M: (senyum simpul) ini orangnya…tukang donat (sambil menunjuk ke seorang pria yang tengah mengiris-iris batagor tadi)

R: (terdiam, termangu, terpana, speechless )

B: (bapak-bapak pengiris batagor) hehe.. iya mas pindah profesi!

R:(ga tau mo ngomong apa) ow..saya ga tau mas, kirain beda orang…

W: (tersenyum termehek-mehek…)

Wah gw ga tau deh gimana perasaan tukang siomay (alias tukang donat tadi) waktu gw ngasih pertanyaan bodoh: “mas tukang donat yang di sini ke mana ya?”. Mudah-mudahan dia ga sakit hati…astaghfirullah apa yang telah kukatakan?

kalo gw tau itu tukang donat yang gw maksud, mungkin gw bakal memperhalus kata-kata gw…”mas yang jualan donat di sini pindah ke mana ya” atau “mas hari ini ga ada yang jualan donat ya?”…atau pertanyaan apapun lah…

gw mo ketawa ga enak… padahal menurut gw itu lucu…

terkadang lw ga bisa ketawa saat melihat kejadian lucu….percayalah!

& gw nyesel…

pesan moral: Jadilah orang yang sopan kepada siapapun dan dimanapun kita berada… semua waktu yang kita lewati ga akan bisa kita rasakan lagi… tapi kita bisa memperbaikinya… pengalaman ini mengajarkanku banyak hal…

sometimes something important  comes from something unimportant…

from nothing to be something…





apa itu HKI?

16 12 2008

Hak Kekayaan Intelektual (selanjutnya disebut HKI) atau intellectual property rights merupakan hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada seseorang atau kelompok orang, yang merupakan perlindungan atas penemuan, ciptaan di bidang seni, sastra, ilmu, dan teknologi serta pemakaian simbol atau lambang dagang. Tujuan HKI adalah memberi kejelasan hukum, memberikan penghargaan atas suatu karya intelektual, mempromosikan invensi atau ciptaan, merangsang terciptanya upaya alih informasi serta alih teknologi dan memberikan perlindungan terhadap kemungkinan ditiru.

Untuk melindungi HKI, terdapat organisasi yang bertanggung jawab atas HKI yang telah didaftarkan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Di Indonesia, terdapat beberapa lembaga HKI yaitu Ditjen HKI, Departemen Hukum dan HAM, Kantor PVT, dan Departemen Pertanian. Sementara itu, untuk tingkat internasional, World Intellectual Property Rights Organization (WIPO) telah didirikan untuk mengurus HKI.

Di IPB sendiri, terdapat Kantor HKI IPB yang memiliki visi menjadi kantor pelayanan dan pengelolaan hak kekayaan intelektual yang profesional khususnya di bidang pertanian. Sementara misi Kantor HKI IPB adalah memacu pertumbuhan dan pengembangan IPTEKS yang berorientasi HKI. Tugas pokok lembaga tersebut adalah mengupayakan implementasi HKI guna meningkatkan perolehan HKI dalam kegiatan tridharma PT dan memfasilitasi pengelolaan kekayaan intelektual bagi sivitas akademika IPB dan masyarakat.

HKI mencakup hak cipta, paten, merek atau indikasi geografis, rahasia dagang, desain industri, desain tata letak sirkuit terpadu, dan perlindungan varietas tanaman. Hak cipta adalah hak yang mengatur karya intelektual di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra. Hak cipta diberikan pada ide, prosedur, metode atau konsep yang telah dituangkan dalam wujud tetap. Hak cipta tidak diberikan pada hasil rapat terbuka lembaga-lembaga Negara, peraturan perundang-undangan, pidato kenegaraan atau pidato pejabat pemerintah, putusan pengadilan atau penetapan hakim atau keputusan badan arbitrase atau keputusan badan-badan sejenis lainnya. Jangka waktu perlindungan untuk hak cipta, secara umum, adalah selama hidup pencipta ditambah lima puluh tahun setelah pencipta meninggal dunia.

Berbeda dengan hak cipta, paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya. Paten diberikan untuk invensi yang baru (novelty), mengandung langkah inventif (inventive step), dan dapat diterapkan dalam industri (industrial applicable). Jangka waktu perlindungan untuk paten adalah dua puluh tahun.

Jenis HKI selanjutnya adalah merek dan indikasi geografis. Merek adalah tanda berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasinya yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. Sementara itu, indikasi geografis merupakan suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang, yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan. Merek dilindungi dalam jangka waktu sepuluh tahun dan dapat diperpanjang selama merek tersebut digunakan dalam bidang perdagangan barang atau jasa.

Kemudian, ada juga yang dinamakan desain industri, yaitu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan. Desain industri harus memiliki kriteria kebaruan dan tidak melanggar agama, peraturan perundangan, kesusilaan dan ketertiban umum. Jangka waktu perlindungan untuk desain industri adalah selama sepuluh tahun.

Selain jenis-jenis HKI yang telah disebutkan di atas, terdapat juga desain tata letak sirkuit terpadu. Sirkuit terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu di dalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik. Desain tata letak adalah kreasi berupa rancangan peletakan tiga dimensi dari berbagai elemen, sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, serta sebagian atau semua interkoneksi dalam suatu sirkuit terpadu dan peletakan tiga dimensi tersebut dimaksudkan untuk persiapan pembuatan sirkuit terpadu. Yang berhak diberikan perlindungan adalah desain sirkuit terpadu yang menghasilkan fungsi elektronik dengan syarat kreasi tersebut orisinil. Jangka waktu perlindungan untuk desain tata letak sirkuit terpadu adalah sepuluh tahun.

Apabila jenis-jenis HKI sebelumnya memiliki jangka waktu perlindungan selama puluhan tahun, jenis HKI yang satu ini memiliki perlindungan yang bersifat automatis dan masa perlindungan yang tidak terbatas. Jenis HKI tersebut adalah rahasia dagang, yang merupakan informasi (metode produksi, pengolahan, penjualan) yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik rahasia dagang.

Dan jenis HKI yang terakhir, Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) adalah hak yang diberikan kepada pemulia dan/atau pemegang hak PVT untuk menggunakannya selama waktu tertentu. Syarat yang harus dipenuhi agar PVT dapat dilindungi adalah baru, unik, seragam, stabil, dan diberi nama. Lama perlindungan untuk PVT adalah dua puluh tahun untuk tanaman semusim dan dua puluh lima tahun untuk tanaman tahunan. PVT bisa didaftarkan di Kantor Perlindungan Varietas Tanaman (Departemen Pertanian).

Sistem HKI melekat pada kegiatan tridharma Perguruan Tinggi (PT), yaitu pendidikan, penelitian (yang paling utama), dan pengabdian pada masyarakat. Tujuan HKI dalam Kegiatan tridharma PT di antaranya menumbuhkembangkan hasil tridharma PT berorintasi HKI, meningkatkan perolehan jumlah HKI, meningkatkan daya guna hasil tridharma PT yang bernilai ekonomi, dan meningkatkan kemampuan inovasi lewat kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

Apabila sistem HKI diabaikan, kemungkinan pelanggaran terhadap HKI pihak lain sangat rentan terjadi. Begitu juga entry-barrier terhadap produk yang mengandung HKI di negara tujuan pasar akan sangat mungkin terjadi. Akibat lainnya, Negara menjadi tidak siap untuk masuk dan berkompetisi di pasar global dan tidak mampu mempertahankan suatu keunggulan kompetitif dari suatu produk yang mengandung aset intelektual.





Sebuah Pengantar Menuju Tugas IMK

27 06 2008

Pada kesempatan ini, saya mencoba untuk posting tugas kuliah Interaksi Manusia dan Komputer (IMK). Tulisan ini dibagi dalam 8 sub bagian. Bagian pertama, berupa Pendahuluan, bagian kedua sampai ketujuh mengenai Pembahasan, dan bagian terakhir berisikan Penutup dan Daftar Pustaka.

Hal yang dilakukan dalam Tugas IMK ini adalah menganalisis usability, web experience, dan faktor-faktor user interface lainnya yang terdapat pada situs www.toekangkeboen.com. Situs tersebut diakses pada tanggal 5 Juni 2008. Jadi, semua hal yang dianalisis dalam tulisan ini tentu saja dihubungkan dengan kondisi situs pada tanggal tersebut.

Silakan unduh file berikut untuk mendapatkan versi pdf secara lengkap :imk_analisis_web

Sebarkan file tersebut jika perlu…dan jangan pernah disalahgunakan…

Semoga berguna untuk umat…





Tugas Analisis Web IMK-PENUTUP & DAFTAR PUSTAKA

27 06 2008

PENUTUP


Kesimpulan

Dalam merancang suatu web, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pengembang web, diantaranya faktor web usability dan web experience. Web usability merupakan ukuran seberapa mudah suatu web digunakan oleh pengguna. Sementara itu, web experience memberikan gambaran seberapa menyenangkan, efektif, dan efisien pengalaman yang didapatkan pengguna ketika menjelajahi halaman web. Kedua faktor rancangan antarmuka tersebut sangat berperan penting dalam menentukan kesuksesan rancangan suatu web yang dibuat. Read the rest of this entry »





Tugas Analisis Web IMK-PEMBAHASAN (Bagian 6-selesai)-Paging, Annoying (again…), Screen Resolution, & Browser Compatibility

27 06 2008

Jumlah Berita yang Tidak Dibatasi Dalam Satu Halaman

Dalam satu halaman web sebaiknya informasi yang ada tidak disajikan sekaligus. Hal ini bisa menyebabkan scrolling yang panjang. Seperti yang telah disebutkan pada sub bahasan scrolling, hanya sedikit pengguna yang mau melakukan scrolling untuk membaca informasi yang terdapat pada halaman Web bagian bawah. Mereka merasa informasi yang disimpan terlalu dalam memiliki tingkat kepentingan yang kecil.
Oleh karena itu, pembatasan panjang halaman yang ditampilkan benar-benar diperlukan. Daripada mendapatkan resiko tidak dibaca oleh pengguna, sebaiknya dilakukan metode paging. Metode ini lebih nyaman digunakan oleh pengguna. Mereka seharusnya bisa membaca keseluruhan informasi, misalnya berita terbaru dalam satu halaman yang tidak terlalu panjang. Agar bisa membaca berita selanjutnya, bisa diberikan link menuju halaman lain yang memberikan informasi tersebut, seperti yang telah dilakukan dengan cukup baik pada halaman Tips /Artikel. Jadi, pengembang tidak usah menampilkan berita yang terlalu banyak pada halaman utama, seperti yang terdapat pada Gambar di bawah ini.

gambar-91. Berita Terlalu Banyak Dalam Satu Halaman

Read the rest of this entry »





Tugas Analisis Web IMK-PEMBAHASAN (Bagian 5)-Ketidakrapian Teks

27 06 2008

Ketidakrapian Teks

Dominasi teks pada Web mengakibatkan pentingnya menempatkan teks pada Web dengan benar. Jika teks dalam situs terlalu banyak bicara panjang-lebar, sulti dimengerti, tidak konsisten, atau terdapat error, situs tersebut akan dinilai berkualitas rendah oleh para pengguna. teks adalah salah satu unsur penting pada Web. Pengguna mencari informasi yang dibutuhkan melalui teks tersebut. Jika teks tersebut mudah dibaca, dan memberikan apa yang diinginkan pengguna tanpa basa-basi tentu saja pengguna akan merasa puas. Sebaliknya, jika informasi yang diberikan sulit dibaca dan ditampilkan dalam format yang tidak umum atau tidak enak dipandang, pengguna akan merasa tidak puas dan mungkin merasa ia tidak menemukan informasi yang ia cari walaupun sebenarnya informasi tersebut ada namun sulit ditemukan dengan cepat.
Terdapat beberapa hal dalam web ini yang menyebabkan informasi yang ditampilkan tidak dapat diterima oleh pengguna dengan baik. Read the rest of this entry »





Tugas Analisis Web IMK-PEMBAHASAN (Bagian 4)-Navigasi (still…) & Tipuan

27 06 2008

Tulisan yang Menipu Pengguna

Tujuan pengguna mengunjungi Web adalah untuk mencari informasi berguna yang mereka butuhkan dan dapat dipercaya. Membangun kepercayaan pengguna adalah salah satu kunci kesuksesan bisnis. Ketika para pengguna telah kehilangan kepercayaan terhadap suatu situs, maka mereka tidak akan segan-segan untuk meninggalkan situs tersebut dan beralih kepada situs kompetitor. Ketika telah terjadi hal semacam ini, berarti ini merupakan masalah besar bagi situs yang ditinggalkan tersebut.
Pada situs ini, terdapat sebuah informasi pada bagian bawah setiap halaman yang ada yang menjerumuskan pengguna. Informasi tersebut adalah informasi tentang time execute. Pada setiap halaman ditampilkan time execute yang seolah-olah memberitahu pengguna mengenai waktu yang dibutuhkan untuk mengeksekusi halaman tersebut. Namun, ternyata informasi tersebut hanya sebuah tipuan belaka karena tulisan tersebut bersifat statis (dapat dilihat pada Gambar di bawah, tepat di atas gambar navigasi yang mirip iklan).

Tulisan TipuanArtinya, kapan pun pengguna melakukan load terhadap halaman yang dimaksud, waktu eksekusi yang ditampilkan adalah tetap, sama sekali tidak terjadi perubahan. Sebagai contoh, pada halaman home (index.html) tertulis execute time 0.00018 detik. Setelah pengguna memasuki menu lainnya, dan ia mencoba kembali ke Home, ia akan menemukan bahwa execute time pada halaman home berubah menjadi 0.00017 detik. Sekilas, mungkin pengguna menganggap bahwa telah terjadi perubahan execute time menjadi lebih cepat. Namun, anggapan tersebut sama sekali tidak benar. Pengembang web ini melakukan trik yang mencoba untuk mengelabui pengguna, yaitu dengan menampilkan halaman lain dari Home (index-2.html).
Mencoba mengelabui penggguna merupakan salah satu kesalahan yang sangat fatal. Oleh karena itu, sebaiknya pengembang web tidak melakukan hal tersebut. Jika memang ingin menampilkan execute time dari setiap halaman yang di-load, maka seharusnya pengguna diberikan informasi yang sebenar-benarnya. Namun, jika hal tersebut dirasa tidak terlalu penting, maka penghilangan informasi execute time tersebut pun tidak akan menimbulkan masalah.
Read the rest of this entry »





Tugas Analisis Web IMK-PEMBAHASAN (Bagian 3)-Navigasi & Annoying

27 06 2008

Tombol yang Tidak Tampak Seperti Tombol

Navigasi bertujuan untuk mengantarkan para pengguna ke tempat yang mereka inginkan secara cepat. Semakin efisien navaigasi dibuat, semakin banyak juga orang yang mungkin tetap tertarik. Ketika pengguna tidak mengetahui apa yang bisa diklik pada situs, mereka harus berpikir lebih keras dan menebak-nebak. Sebagai pengembang Web, kita harus bisa membuat para pengguna yakin apa yang bisa diklik dan apa yang tidak. Kita tidak boleh membiarkan mereka mengklik semua elemen yang ada pada situs untuk mengetahui mana yang bisa diklik. Sebaiknya kita memberikan perlakuan visual yang berbeda pada link, yang sudah umum diasosiasikan dengan sesuatu yang bisa diklik. Jangan bergantung hanya pada “kursor tangan” untuk menandakan link. Bahkan para pengguna berpengalaman pun tidak selalu memperhatikan kapan pointer berubah menjadi kusor tangan, apalagi para pengguna yang novice yang beranggapan bahwa keduanya adalah sama saja.
Pada Web ini, tombol menu yang menjadi satu-satunya navigasi, tidak tampak seperti tombol yang bisa diklik (lihat Gambar di bawah).Gambar 8. Tombol yang tidak Seperti Tombol

Menu yang berupa gambar tersebut tampak tidak memiliki perbedaan dengan gambar biasa, selain adanya tulisan pada gambar tersebut. Seolah-olah menu tersebut merupakan satu kesatuan dengan gambar yang berada di atasnya. Ini disebabkan karena penempatan menu yang terlalu menyatu dengan gambar tersebut, dan tampilan visual yang datar, sehingga tidak ada bedanya secara visual dengan gambar yang ada di sampingnya, yang justru tidak bisa diklik. Begitu juga warna tulisan yang digunakan memiliki kesamaan dengan gambar yang ada di sebelah atas menu yang juga tidak bisa diklik. Ini tidak sesuai dengan perceived affordance (sesuatu yang dianggap pengguna bisa dikerjakan pada objek tertentu) pengguna, yang menganggap bahwa menu tersebut tidak bisa diklik. Hal ini juga berkaitan dengan konsep web experience Galitz yaitu mengenai expectation, dimana navigasi yang ada tidak sesuai dengan harapan pengguna. Read the rest of this entry »





Tugas Analisis Web IMK-PEMBAHASAN (Bagian 2)-Navigasi/ Link

27 06 2008

Tulisan Bukan Link yang Tampak Seperti Link

Pada web, hanya link yang harus digarisbawahi. Tidak seharusnya heading yang berupa teks digarisbawahi. Untuk menandakan penekanan atau penegasan, penggarisbawahan teks juga tidak tepat digunakan. Tidak benar jika terdapat asumsi bahwa cukup dengan melakukan perbedaan warna saja untuk membedakan antara link yang digarisbawahi dan teks biasa yang digarisbawahi. Ketika teks yang ditulis untuk media lain, seperti media cetak atau dokumen elektronik, dipindahkan ke web, proses konversi harus menghilangkan teks yang digarisbawahi dan mengubahnya ke dalam bentuk lain yang juga bisa menggambarkan penekanan pada teks, misalnya dengan menebalkan huruf (Johnson, 2003).Gambar Teks bergaris bawah yang bukan link
Pada situs ini, terdapat beberapa heading yang bukan link namun digarisbawahi, sehingga bisa menimbulkan kesalahan persepsi pengguna yang menyangka bahwa heading tersebut merupakan link (Gambar samping). Hal ini sebenarnya tidak perlu dilakukan, karena dengan menggunakan huruf yang lebih tebal dan berukuran lebih besar sudah cukup memberikan penekanan atau penegasan pada teks yang dimaksud.

Tulisan Biru-Link dan bukan linkSelain itu, terdapat satu hal yang juga cukup mengganggu. Pada halaman Tips / Artikel, terdapat tulisan heading berwarna biru yang bukan merupakan link (Gambar samping) . Padahal, hampir di seluruh halaman yang terdapat pada Web ini, tulisan yang merupakan link ditandai dengan tulisan berwarna biru. Kesalahan seperti ini, tidak seharusnya terjadi karena akan bertentangan dengan web experience yang dimiliki pengguna selama menelusuri halaman-halaman yang terdapat pada web ini. Ekspektasi pengguna akan navigasi yang konsisten tidak terpenuhi. Read the rest of this entry »





Tugas Analisis Web IMK-PEMBAHASAN (Bagian 1)-Home Page

27 06 2008

Halaman Utama

Pembahasan (Bagian I)-Home Page

Situs www.toekangkeboen.com dianalisis berdasarkan prinsip-prinsip web usability dan web experience. Prinsip web usability dilandaskan pada buku karangan Jakob Nielsen yang berjudul “Prioritizing Web Usability”. Sementara prinsip web experience dibahas seperti yang disinggung oleh Wilbert Galitz dalam buku “The Essential Guide To User Interface Design”. Selain dua buku tersebut, kesalahan-kesalahan dalam perancangan situs tersebut juga dianalisis berlandaskan pada buku “Web Bloopers: 60 Common web Design Mistakes and How to Avoid Them” karya Jeff Johnson.
Pembahasan yang dilakukan pada tulisan ini disusun berdasarkan pada poin-poin penting yng ditemukan pada situs tersebut. Mulai dari masalah konten, navigasi, desain layout, dan hal-hal penting lainnya. Urutan pembahasan tidak mencerminkan tingkat kepentingan poin-poin tersebut.
Secara umum, pembahasan ini dilakukan pada komputer menggunakan resolusi 1024 x 768 pixel dengan browser Mozilla Firefox 3 Beta 5. Untuk pembahasan pada sub bab tertentu, penulis juga sekali-kali menggunakan resolusi 800 x 600 pixel, dan juga mencoba mengecek kompatibilitas browser dengan Internet Explorer 6, Netscape Navigator 9, dan Opera 9.21.

Read the rest of this entry »